Catatan Denny JA: Neuroscience, Samudra Spiritualitas Berakar di Saraf Manusia
- Penulis : Mila Karmila
- Sabtu, 09 November 2024 15:39 WIB

Program ini telah diadopsi oleh ribuan karyawan Google dan perusahaan lain, menunjukkan komitmen korporasi besar terhadap praktik meditasi yang didukung oleh penelitian neuroscience.
Pada akhirnya, neuroscience memberikan kita wawasan baru yang menakjubkan tentang pencarian spiritual manusia.
Pencarian makna dan kebaikan bukanlah hasil dari doktrin agama semata, tetapi kebutuhan biologis yang tertanam dalam otak kita.
Spiritualitas adalah kebutuhan yang melekat pada manusia—bukan pilihan, tetapi alat untuk mencapai kesehatan mental dan emosional yang optimal.
Dengan memahami cara kerja otak, kita dapat lebih merawat spiritualitas dalam diri kita. Ini bukan hanya jalan menuju kedamaian batin, tetapi juga cara untuk mencapai potensi penuh kita sebagai manusia, baik secara biologis maupun spiritual.
“Spiritualitas adalah api purba yang menyala sejak percikan pertama kesadaran manusia, jauh sebelum agama menyalakan obor-obor dogma.”
Baca Juga: Orasi Denny JA: Renungan dari Makam Newton dan Charles Darwin
London, 9 November 2024
Referensi:
• Andrew Newberg dan Eugene D’Aquili, How God Changes Your Brain, Ballantine Books, 2010.
• Lisa Miller, The Spiritual Child: The New Science on Parenting for Health and Lifelong Thriving, St. Martin’s Press, 2015.
• Richard Davidson, The Emotional Life of Your Brain, Plume, 2013.