Kendaraan Hybrid Gigit Jari Pemerintah Tidak Berikan Insentif, GAIKINDO Putar Otak untuk Strategi Jualan
- Penulis : Mila Karmila
- Jumat, 09 Agustus 2024 08:27 WIB

ENTERTAINMENTABC.COM - Ketua I GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Jongkie Sugiarto, menyatakan bahwa pihaknya menerima keputusan pemerintah untuk tidak memberikan insentif kepada kendaraan di segmen hybrid.
"Ya, kita harus terima keputusan Pemerintah untuk tidak memberikan insentif kendaraan hybrid," ujar Jongkie Sugiarto.
Keputusan tidak ada insentif untuk kendaraan hybrid diambil oleh pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang mengatur kebijakan terkait sektor otomotif.
Jongkie Sugiarto menyatakan bahwa meskipun insentif untuk kendaraan hybrid tidak diberikan, para produsen otomotif harus tetap berupaya menjalankan strategi mereka untuk terus menjual kendaraan yang memberikan manfaat lingkungan.
"Para APM harus mencari strategi lain, agar dapat meningkatkan penjualan mobil-mobil hybrid-nya," tambahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa industri otomotif perlu menyesuaikan pendekatannya dalam menghadapi kebijakan pemerintah yang baru.
Menurut Jongkie, kendaraan hybrid memiliki beberapa keunggulan yang signifikan untuk lingkungan.
Kendaraan ini dikenal lebih hemat bahan bakar dibandingkan kendaraan konvensional, menghasilkan polusi yang sangat rendah, tidak memerlukan infrastruktur khusus seperti kendaraan listrik murni, dan memiliki harga yang lebih bersahabat.
Keunggulan-keunggulan ini dianggap penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, sehingga GAIKINDO telah berusaha untuk menyampaikannya kepada pemerintah.
GAIKINDO berharap agar keunggulan-keunggulan ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama terkait dengan potensi manfaatnya bagi lingkungan.