Tradisi Unik dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sudan Lebih dari sekedar Hari Libur
- Penulis : Mila Karmila
- Kamis, 12 September 2024 11:40 WIB

Prosesi ini merupakan bentuk pujian dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW serta salah satu cara masyarakat Sudan mengekspresikan kecintaan mereka kepada sang Nabi.
Adapun puncak perayaan Maulid di Sudan dikenal dengan sebutan Waqfat Al-Mawlid di mana ribuan sufi berkumpul di masjid-masjid untuk melakukan zikr, berdoa, dan mendengarkan kisah-kisah tentang Nabi Muhammad Saw.
Sehubungan dengan itu, pengaruh Sufi di Sudan sangat kuat, ini dibuktikan dengan populasi Sufi di negara ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Di Omdurman salah satu kota besar di Sudan tepatnya pada Masjid Hamad El-Nil menjadi pusat kegiatan sufi terutama pada hari Jumat.
Masjid ini juga merupakan tempat makam Sheikh Hamad El-Nil seorang pemimpin Sufi terkenal dari abad ke-19.
Setiap Jumat, masjid ini dipenuhi oleh para darwis Sufi yang melakukan zikr dengan penuh semangat, menari, dan berdoa hingga mencapai kondisi puncak spiritual mereka.
Salah satu ciri khas dari komunitas Sufi di Sudan adalah cara berpakaian mereka yang sangat unik.
Para darwis Sufi biasanya mengenakan jubah hijau zamrud dengan tambalan dan menggunakan kalung manik-manik merah delima di leher.
Pemandangan ini menjadi ciri khas di daerah Omdurman setiap hari Jumat saat para darwis berkumpul untuk melaksanakan zikr.
Toleransi dalam ajaran Sufi tercermin dalam suasana perayaan yang meriah dengan suara drum dan musik menjadi bagian dari doa sehari-hari yang dipenuhi dengan kegembiraan.