Tradisi Nadran dan Empal Gentong Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda, Wujud Nyata Upaya Pelestarian Kebudayaan Cirebon
- Penulis : Mila Karmila
- Sabtu, 21 September 2024 17:32 WIB
.jpg)
Dalam tradisi Nadran, masyarakat menggelar arak-arakan yang diikuti dengan doa bersama dilanjutkan dengan menghanyutkan sesajen ke laut sebagai rasa hormat kepada alam dan keinginan untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya.
Selain sebagai simbol syukur, Nadran juga memperkuat ikatan sosial seluruh lapisan masyarakat mulai dari nelayan hingga tokoh adat yang turut berpartisipasi dalam tradisi ini.
Selain Nadran, kuliner khas Cirebon yaitu Empal Gentong juga menerima pengakuan sebagai WBTbI.
Empal Gentong adalah hidangan berbahan dasar daging dan jeroan sapi yang dimasak dalam kuah santan kuning dengan bumbu rempah khas.
Hidangan ini dikenal luas di berbagai daerah sebagai simbol kuliner khas Cirebon yang mencerminkan kekayaan rasa dan tradisi lokal.
Menurut sejarah, Empal Gentong sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Cirebon sejak zaman dahulu.
Hidangan ini selalu disajikan pada acara-acara penting seperti upacara adat dan perayaan hari besar.
Adapun pengakuan keduanya mencerminkan komitmen pemerintah Kabupaten Cirebon untuk terus menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, Disbudpar Kabupaten Cirebon telah meningkatkan upaya pelestarian melalui berbagai program termasuk penyelenggaraan festival budaya di berbagai daerah Cirebon.
“Kami ingin memastikan bahwa tradisi dan kuliner ini tidak hilang seiring perkembangan zaman, tetapi justru semakin diapresiasi oleh generasi muda.” tegas Sumarno