BRICS Hadirkan Mata Uang Baru : Upaya Lawan Dominasi Dolar AS?
- Penulis : Mila Karmila
- Selasa, 29 Oktober 2024 11:00 WIB

Salah satu tujuan utama dari inisiatif ini adalah mengurangi dominasi dolar AS dalam perdagangan internasional.
Ketegangan ekonomi dan politik global, termasuk kebijakan luar negeri AS yang agresif, mendorong blok ini untuk mencari alternatif selain dolar AS.
Sistem perdagangan global saat ini didominasi oleh dolar, dengan sekitar 90% perdagangan mata uang bergantung pada mata uang ini.
Baca Juga: Prabowo di Puncak Popularitas
Hal ini berarti bahwa banyak negara harus mengikuti kebijakan AS, termasuk risiko terkena sanksi.
Penerapan mata uang BRICS menjadi langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada dolar atau dikenal sebagai de-dolarisasi.
Menurut Presiden Rusia, Vladimir Putin, dolar memang merupakan alat penting dalam keuangan global, tetapi menjadikannya alat politik justru dapat melemahkan kepercayaan terhadapnya.
Baca Juga: Cinta Dalam Ikhlas Siap Menguras Air Mata: Rilis Poster dan Dua OST Mengharukan!
BRICS kini mengeksplorasi mata uang alternatif yang akan meminimalkan risiko dari tekanan politik AS.
Penggunaan dolar sebagai "senjata" ekonomi hanya mempercepat blok ini untuk membentuk sistem keuangan yang lebih adil.
Lebih lanjut, jika konsep mata uang digital BRICS terwujud, Bank Pembangunan Baru (NDB) dapat berperan sebagai pusat clearing, yang menyederhanakan pembayaran perdagangan di antara negara-negara anggota.
Baca Juga: SEVENTEEN Meledak di Billboard 200 Album Spill The Feels Masuk Top 5, Catat Rekor Baru
Mata uang ini memungkinkan negara-negara BRICS untuk bertransaksi tanpa perlu melalui jaringan keuangan Barat, membuka jalur baru untuk perdagangan yang independen dari dolar AS.