SATUPENA Gelar Diskusi tentang Gifted Child bersama Yeni Sahnaz 21 Agustus 2024 Malam, Ini Link Zoomnya
- Penulis : Editor
- Rabu, 21 Agustus 2024 07:48 WIB

United State Office of Education (USOE) mendefinisikan Gifted Child atau anak berbakat sebagai mereka yang diidentifikasikan oleh orang-orang profesional memiliki kemampuan-kemampuan yang menonjol dan mampu menampilkan prestasi yang tinggi.
Kemampuan-kemampuan yang menonjol tersebut dapat berupa potensi maupun yang telah nyata, seperti kemampuan intelektual umum, kemampuan akademik khusus, kemampuan berfikir kreatif-produktif, kemampuan memimpin, kemampuan dalam salah satu bidang seni, dan kemampuan psikomotik.
Guy Whipple dalam Monroe’s Encyplopedia of Education menunjukkan keadaan anak-anak yang memiliki kemampuan supernormal.
Baca Juga: Diksusi SATUPENA: Bagaimana Menjalani Hari Tua dengan Narasumber Psikolog Tika Bisono
Mereka membutuhkan program pendidikan yang terdiferensiasi atau pelayanan di luar jangkauan program sekolah biasa, agar dapat merealisasikan kontribusinya terhadap diri sendiri dan masyarakat.
Sejarah mencatatkan nama-nama penting untuk Gifted child ini.
Sebut saja Wolfgang Amadeus Mozart yang merupakan komponis jenius yang mulai bermain harpsichord pada usia empat tahun dan menulis musik pada usia lima tahun.
Atau John von Neumann seorang matematikawan Hungaria, Stevie Wonder seorang musisi dan penyanyi atau Judit Polgar yang seorang grandmaster catur dari Hongaria yang menjadi grandmaster termuda dalam sejarah pada usia 15 tahun.
Lalu bagaimana mendeteksi anak sebagai anak Gifted?
Bagaimana seharusnya kita memperlakukan mereka?
Apa yang telah dan mesti dilakukan oleh negara dalam penanganan anak-anak Gifted ini?