Inilah Pandangan Sayyid Muhammad Al Maliki Tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Penulis : Mila Karmila
- Jumat, 13 September 2024 19:53 WIB

ENTERTAINMENTABC.COM - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu perayaan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun dalam tradisi umat Islam di Indonesia.
Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetapi juga menjadi cerminan dari keberagaman budaya Nusantara.
Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam merayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dari acara sederhana di masjid dan musholla sampai perayaan megah seperti Grebeg Maulud di Yogyakarta.
Namun, ada sebagian kecil kelompok yang menolak perayaan Maulid Nabi dengan alasan bahwa hal tersebut merupakan bid’ah atau hal yang tidak dilakukan dan diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dikutip dari situs web resmi Nahdlatul Ulama, Sayyid MuhammadAl Maliki dalam Syarh Maulid ad-Diba’i memberikan beberapa alasan mengapa perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW boleh atau sunnah dilakukan oleh umat Islam.
1. Menunjukkan Kebahagiaan atas Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bentuk rasa syukur dan kebahagiaan atas kelahiran Nabi yang mulia.
Adanya Kisah Abu Lahab yang diringankan siksanya di neraka setiap hari Senin karena merasa bahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi bukti betapa pentingnya merayakan Maulid Nabi.
Meskipun Abu Lahab adalah seorang yang membenci dakwah Nabi Muhammad SAW.
Namun, kegembiraannya atas kelahiran Nabi tetap mendapatkan balasan yaitu diringankan siksaannya pada hari Senin di akhirat.