Inilah Pandangan Sayyid Muhammad Al Maliki Tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Penulis : Mila Karmila
- Jumat, 13 September 2024 19:53 WIB

Pembacaan sejarah ini tidak hanya memperdalam kecintaan kita kepada Nabi tetapi juga memperkuat keimanan kita.
Selain itu, perayaan ini juga menjadi momen untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi seperti yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an pada surat Al-Ahzab ayat 56
4. Maulid Nabi Adalah Bid’ah Hasanah yang Bermanfaat
Perayaan Maulid Nabi telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh umat Islam dan dianggap sebagai bid’ah hasanah.
Para ulama menyatakan bahwa selama perayaan ini membawa manfaat dan tidak bertentangan dengan syariat maka hal ini bisa diterima dan dilakukan.
Sebagai contoh peristiwa pembukuan Al-Qur’an yang dilakukan pada zaman Khalifah Utsman bin Affan adalah bid’ah hasanah yang tidak diperintahkan langsung oleh Nabi.
Namun, Manfaatnya masih bisa terasa bagi umat Islam hingga saat hari ini.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan umat Islam.
Selain sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan kepada Nabi perayaan ini juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi budaya di Nusantara.
Oleh karena itu, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar tradisi tetapi juga wujud penghormatan dan rasa syukur atas rahmat yang diberikan Allah kepada umat manusia melalui kelahiran Nabi yang mulia.***