Inilah Asal Usul dan Perkembangan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Agama Islam
- Penulis : Mila Karmila
- Jumat, 13 September 2024 20:09 WIB

Pada masa Kesultanan Demak dan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di tanah Jawa, peringatan ini dijadikan sebagai momen penting untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.
Salah satu tradisi yang muncul karena Peringatan Maulid adalah Sekaten yang merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi di Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.
Meskipun telah menjadi tradisi yang umum di banyak negara Muslim, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lepas dari berbagai perbedaan pendapat.
Di lain sisi, Sebagian ulama berpendapat bahwa peringatan ini tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabat.
Oleh karena itu, mereka menganggap Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bid'ah atau hal baru yang tidak sesuai dengan sunnah.
Namun, sebagian ulama lainnya yang memandang peringatan ini sebagai cara sah untuk mengekspresikan cinta dan penghormatan kepada Rasulullah.
Mereka berpendapat bahwa selama peringatan ini dilakukan dengan cara yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam seperti membaca sirah Nabi, dan bershalawat maka peringatan ini dapat memberikan manfaat spiritual bagi umat Islam.
Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan umat Islam.
Setiap tahun, perayaan ini diadakan dengan berbagai cara mulai dari pengajian, ceramah agama, hingga pawai dan kegiatan sosial.
Di beberapa daerah, peringatan ini juga diwarnai dengan tradisi unik seperti Grebeg Maulud di Yogyakarta dengan membawa arak-arakan makanan dan hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.