Tradisi Sekaten, Sebuah Akulturasi Budaya Jawa dan Keagamaan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Penulis : Mila Karmila
- Senin, 16 September 2024 07:21 WIB

Bunyi gamelan yang dihasilkan diyakini memiliki kekuatan spiritual dan akan membawa berkah dan kesejahteraan khususnya bagi masyarakat Yogyakarta dan Surakarta.
Selama satu minggu, masyarakat dari berbagai daerah akan datang untuk menyaksikan dan merasakan suasana saat gamelan sakral tersebut dimainkan.
Puncak dari tradisi Sekaten adalah prosesi Grebeg Maulud yang ditandai dengan keluarnya gunungan tumpukan berbagai hasil bumi dan makanan disusun menyerupai gunung dan diarak dari keraton menuju masjid Besar.
Adanya gunungan ini diartikan sebagai sebuah kemakmuran dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sehubungan dengan itu, Sekaten juga menjadi ajang pelestarian budaya Jawa dengan adanya Pasar Malam Sekaten yang digelar di alun-alun keraton.
Pasar Malam Sekaten menampilkan berbagai hiburan tradisional serta pameran kerajinan tangan yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa.
Dengan begitu, Sekaten adalah sebuah gambaran dari kekayaan budaya masyarakat Jawa yang terpelihara dengan baik.
Disamping itu, Tradisi ini tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur terhadap Tuhan.***
Penulis: Atthoriq Aziz
Baca Juga: Inilah Pandangan Sayyid Muhammad Al Maliki Tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW