Tradisi Sekaten, Sebuah Akulturasi Budaya Jawa dan Keagamaan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Penulis : Mila Karmila
- Senin, 16 September 2024 07:21 WIB

ENTERTAINMENTABC.COM - Sekaten adalah salah satu tradisi yang unik dalam perayaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terutama di Yogyakarta dan Surakarta.
Dalam adanya tradisi ini, Sekaten bukan hanya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai acara keagamaan akan tetapi sebuah cerminan dari warisan budaya Jawa yang telah dijaga selama berabad-abad.
Dengan perpaduan antara budaya lokal dan keagamaan menjadikan Sekaten sebagai sebuah tradisi yang unik dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh masyarakat Jawa.
Sekaten diketahui sudah dimulai sejak abad ke-15 masa Kesultanan Demak pada saat Sultan Raden Patah memimpin kerajaan Demak.
Kemudian, dia memperkenalkan Sekaten sebagai sarana dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.
Asal mula Kata Sekaten sendiri berasal dari kata Syahadatain dalam bahasa Arab yang berarti dua kalimat syahadat.
Tradisi ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tujuan menarik masyarakat Jawa yang pada masa itu masih banyak memeluk agama Hindu-Buddha untuk memperkenalkan agama Islam.
Pada dasarnya, acara Sekaten dilaksanakan selama satu minggu dan dimulai beberapa hari sebelum tanggal 12 Rabiul Awal sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu di Yogyakarta dan Surakarta prosesi dimulai dengan pemindahan gamelan sakral dari dalam keraton ke halaman masjid utama.
Baca Juga: Inilah Pandangan Sayyid Muhammad Al Maliki Tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Adapun Gamelan yang digunakan dalam tradisi Sekaten terdiri dari dua set instrumen bernama Kyai Guntur Madu dan Kyai Naga Wilaga yang hanya dimainkan selama perayaan ini.