Indonesia Jadi Satu-Satunya Negara Asia yang Diprediksi Tumbuh Melebihi Tingkat Pra-Pandemi, Negara Lain Tertinggal
- Penulis : Mila Karmila
- Selasa, 08 Oktober 2024 12:20 WIB

Secara keseluruhan, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan di wilayah Asia Timur dan Pasifik sebesar 4,8 persen pada 2024, yang kemudian melambat menjadi 4,4 persen pada 2025.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Tiongkok, sebagai ekonomi terbesar di kawasan ini, diprediksi menurun dari 4,8 persen pada tahun ini menjadi 4,3 persen pada 2025.
Penurunan ini terjadi karena pasar properti yang melemah, rendahnya kepercayaan konsumen, serta tantangan struktural seperti penuaan populasi dan ketegangan geopolitik global.
Namun, kawasan Asia Timur dan Pasifik, tidak termasuk Tiongkok, diproyeksikan mengalami peningkatan pertumbuhan dari 4,7 persen pada 2024 menjadi 4,9 persen pada 2025.
Peningkatan ini ditopang oleh meningkatnya konsumsi domestik, pemulihan ekspor, dan kebangkitan sektor pariwisata.
Dalam proyeksi lainnya, Malaysia diperkirakan tumbuh 4,9 persen pada 2024 dan melambat menjadi 4,5 persen pada 2025.
Baca Juga: Hakim di Indonesia Tuntut Kesejahteraan, Tunjangan Naik 142 Persen Setelah 12 Tahun Stagnan
Filipina diprediksi tumbuh 6 persen pada 2024 dan naik tipis menjadi 6,1 persen pada 2025. Sementara itu, Thailand hanya tumbuh 2,4 persen pada 2024 dan 3 persen pada 2025, sedangkan Vietnam diprediksi tumbuh 6,1 persen pada 2024 dan 6,5 persen pada 2025.
Kamboja diharapkan tumbuh 5,3 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 5,5 persen pada 2025, sementara Laos diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2024 dan melambat menjadi 3,7 persen pada 2025.
Di sisi lain, Myanmar hanya diprediksi tumbuh 1 persen baik pada 2024 maupun 2025.
Untuk negara-negara Kepulauan Pasifik, pertumbuhan diproyeksikan mencapai 3,5 persen pada 2024 dan sedikit turun menjadi 3,4 persen pada 2025.