Makan Siang Bergizi Gratis: Solusi Cerdas untuk Masa Depan Sehat Anak Indonesia
- Penulis : Mila Karmila
- Sabtu, 19 Oktober 2024 10:03 WIB

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019, setiap orang membutuhkan setidaknya 2.100 kkal energi dan 57 gram protein per hari.
Sayangnya, data menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi energi masyarakat Indonesia masih sedikit di bawah AKG, yaitu 2.087,64 kkal.
- Kesenjangan dalam Konsumsi Energi dan Protein
Data menunjukkan bahwa kelompok 20 persen terbawah hanya mampu mengonsumsi 1.663,05 kkal per hari.
Baca Juga: Anies Baswedan Santai Cak Imin Gabung Kabinet Prabowo
Sementara kelompok teratas bisa mencapai 2.504,91 kkal. Untuk protein, kelompok bawah mengonsumsi hanya 45,76 gram per hari, jauh dari kelompok atas yang mencapai 81,22 gram.
- Pentingnya Akses Pangan Bergizi
Kesenjangan ini memperlihatkan bahwa akses terhadap sumber protein berkualitas seperti ikan dan daging masih terbatas bagi masyarakat miskin.
Masalah ini bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga daya beli.
- Makan Siang Bergizi Gratis: Harapan Baru
Baca Juga: Ganjar Pranowo Hadir di Pelantikan Prabowo-Gibran, Kecuali Ada Kejutan dari Partai
Program makan siang bergizi gratis menawarkan solusi untuk memperbaiki asupan gizi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dengan memberikan makanan yang bergizi, kita bisa meringankan beban pengeluaran pangan keluarga tersebut, sehingga mereka bisa mengalokasikan dana untuk kebutuhan penting lainnya.
- Tantangan yang Harus Diatasi
Pemerintah perlu memastikan bahwa makanan yang disediakan memenuhi standar AKG.
Baca Juga: Kolaborasi Super Rose Blackpink dan Bruno Mars Luncurkan Single Apt Bikin Ketagihan
Pengawasan ketat diperlukan untuk menjaga kualitas dan keragaman makanan. Selain itu, masalah logistik, terutama di daerah terpencil, juga harus diatasi.