Catatan Denny JA: Hukum Kelima Hidup Bermakna, Spiritualitas dan Wellness
- Penulis : Mila Karmila
- Minggu, 27 Oktober 2024 17:00 WIB

Dari Gandhi, kita belajar bahwa kedamaian batin yang lahir dari spiritualitas bisa menciptakan perubahan nyata.
Kedamaian itu bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi bagi dunia di sekeliling kita.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Air Mata Jurnalis Perang, Inspirasi dari Film Lee
Spiritualitas dalam Agama dan Filsafat: Jejaknya dalam Peradaban Manusia
Spiritualitas telah menjadi pusat ajaran agama dan filsafat selama ribuan tahun.
Dalam Islam, ihsan—berbuat baik seolah-olah melihat Tuhan—adalah puncak dari spiritualitas.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Keempat Hidup Bermakna, Small Winning
Dalam agama Kristen, kasih dan pengampunan yang diajarkan oleh Yesus adalah bentuk spiritualitas tertinggi.
Pencerahan ajaran Buddha melalui kompresi, sementara stoikisme menjadikan penerimaan terhadap takdir sebagai kunci kedamaian batin.
Ajaran-ajaran ini menyatukan spiritualitas dan kesehatan, menciptakan jalan hidup yang lebih bermakna. Ketika kita merangkul kedamaian batin, tubuh dan pikiran kita menyusul dalam harmoni.
Baca Juga: Jin BTS Rilis Lagu Baru dalam Format Dolby Atmos, Pengalaman Musik yang Bikin ARMY Terpukau
Spiritualitas, pada akhirnya, bukanlah perjalanan yang terpisah; ia adalah keseimbangan yang membawa kita pada kehidupan yang utuh.