Catatan Denny JA: Ketika Quick Count Tak Bisa Putuskan Pilkada Jakarta 2024 Satu atau Dua Putaran
- Penulis : Mila Karmila
- Minggu, 01 Desember 2024 09:22 WIB

ENTERTAINMEMTABC.COM - Lebih dari dua puluh tahun saya terlibat langsung dalam pemilu setelah reformasi, baik pilpres ataupun pilkada.
Baru untuk pertama kalinya, saya tak bisa memutuskan siapa pemenang final pilkada melalui Quick Count.
Itu terjadi pada bintang pilkada serentak 2024: Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Hasil Quick Count Pilkada 2024 dari LSI Denny JA, Kapan dan Dimana Bisa Kamu Saksikan?
Mengapa pilkada Jakarta disebut bintang dari pilkada? Itu karena pilkada Jakarta punya aroma pilpres.
Dua gubernur Jakarta sebelumnya (Jokowi dan Anies) juga menjadi Capres.
Siapapun yang nanti terpilih sebagai Gubernur Jakarta 2024, ia potensial menjadi capres atau cawapres RI berikutnya.
Baca Juga: Pilkada 2024: Senyum Khofifah, Tawa Dedi, dan Bahagia Andi Sudirman Jadi Sorotan Denny JA
Quick Count yang saya gunakan, yang sudah berhasil memprediksi ratusan pemilu secara akurat, untuk pilkada Jakarta 2024, tak berdaya.
Itu karena the margin of victory lebih kecil dibandingkan the margin of error.
Pramono-Rano pasti unggul. Tapi apakah Pilkada Jakarta selesai satu putaran atau perlu dua putaran (50 persen + 1), perolehan Quick Count mayoritas lembaga survei sama hasilnya.
Baca Juga: 6 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Harapan kepada Pemimpin Setelah Pilkada
Karena ada margin of error 1 persen, pilkada Jakarta mungkin satu putaran, mungkin juga dua putaran.