DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Ketika Quick Count Tak Bisa Putuskan Pilkada Jakarta 2024 Satu atau Dua Putaran

image
Catatan Denny JA: Ketika Quick Count Tak Bisa Putuskan Pilkada Jakarta 2024 Satu atau Dua Putaran (istimewa)

-000-

Pertanyaan lain lahir tak kalah menghentak: Mengapa Ridwan Kamil yang diendorse oleh Jokowi dan Prabowo kalah di Jakarta? Apakah pengaruh kedua tokoh besar ini mulai pudar?

Jawabannya, yang menentukan kemenangan itu bukan endorsement, melainkan bekerjanya mesin politik.

Baca Juga: Hasil Quick Count Pilkada 2024 dari LSI Denny JA, Kapan dan Dimana Bisa Kamu Saksikan?

Pada hari-hari terakhir, mesin politik pendukung Jokowi lebih fokus ke Jawa Tengah.

Di sana, calon gubernur dukungan Jokowi mengalahkan kandidat PDIP di kandang banteng dengan selisih yang signifikan, di atas 10 persen.

Mesin itu bekerja luar biasa efektif, menggeser prediksi survei yang sebelumnya menunjukkan kemenangan tipis bagi cagub PDIP (dalam batas margin of error, survei Kompas dan SMRC).

Baca Juga: Pilkada 2024: Senyum Khofifah, Tawa Dedi, dan Bahagia Andi Sudirman Jadi Sorotan Denny JA

Begitu pula di Banten. Mesin politik pendukung Prabowo lebih terkonsentrasi di sana, membantu kemenangan Andra Soni dengan margin yang besar.

Ini juga berujung pada hasil yang spektakuler. Di aneka survei sebelumnya, Airin unggul cukup jauh.

Tapi di hari pencoblosan, hasilnya berbalik. Ini pasti kerja mesin politik yang perkasa.

Baca Juga: 6 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Harapan kepada Pemimpin Setelah Pilkada

Jika Pilkada Jakarta berlanjut ke putaran kedua, mesin politik Jokowi dan Prabowo potensial sepenuhnya diarahkan ke Jakarta.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7

Berita Terkait