Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
- Penulis : Mila Karmila
- Kamis, 17 Oktober 2024 06:30 WIB

Tulisan Seri dari Menghidupkan Sisi Spiritualitas Manusia (1)
ENTERTAINMENTABC.COM - “Kebenaran itu seperti cermin yang pecah di langit. Semua kita hanya memungut serpihan dari pecahan itu, lalu mengira itu keseluruhannya.”
– Jalaluddin Rumi
Baca Juga: Catatan Denny JA: Ilmu Menjadi Tanah Air Pengganti
Rumi menyampaikan bahwa kebenaran sejati adalah sesuatu yang luas, utuh, dan tak tersentuh oleh pemahaman manusia sepenuhnya.
Seperti cermin yang pecah, setiap orang hanya mampu melihat secercah pantulan dari sesuatu yang lebih besar dan lebih dalam.
Pesan ini mengingatkan kita bahwa apa pun pemahaman kita—dari perspektif personal hingga ilmiah—hanyalah sebagian kecil dari realitas yang lebih luas.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Untuk Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an
Di era algoritma, refleksi ini menjadi sangat relevan. Algoritma bekerja dengan menyusun serpihan data, menciptakan pola, dan menawarkan kenyamanan melalui prediksi.
Namun, dunia algoritmik juga membatasi pemahaman kita akan kehidupan yang multidimensi. Ia membentuk “kebenaran” kita berdasarkan data yang tersedia dan yang disukai. Lalu ia menahan kita dalam batas informasi yang telah disusun.
Ketika hidup kita dikendalikan pola-pola digital, kita bisa terjebak dalam ilusi kebenaran yang hanya sebagian kecil dari keseluruhan.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Dengan Kopi, Memulai Imajinasi
-000-