DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Wahai Para Esoteris, Berkumpulah

image
Ilustrasi. (Entertainmentabc.com)

Kesatuan Transendental: Menyatu di Balik Perbedaan

Saat ini, dunia memiliki sekitar 4.200–4.300 agama yang diakui, masing-masing dengan ajaran, dogma, dan ritualnya. Namun bagi para esoteris, atau pencari spiritualitas yang lebih dalam, ada sesuatu yang melampaui agama-agama formal ini.

Jumlah ini terus bertambah, menunjukkan bahwa agama adalah bagian dinamis dari kehidupan manusia, yang berkembang mengikuti zaman dan konteks budaya.

Baca Juga: Siapa Stella Christie? Guru Besar Tsinghua University yang Dipanggil Prabowo untuk Kabinet

Di sinilah muncul gagasan tentang kesatuan transendental, yaitu keyakinan bahwa di balik semua agama memancar kebenaran yang relatif sama, yang abadi dan universal.

Kesatuan transendental ini menyatukan semua tradisi agama dalam pengalaman yang mendasar, pengalaman yang menyentuh kedalaman batin kita.

Ketika kita menyelam hingga ke akar batin, melampaui simbol dan ritual luar, kita menemukan kesatuan yang melampaui perbedaan.

Baca Juga: Calon Menteri Prabowo Dibekali di Hambalang: Apa Saja yang Dibahas?

Setiap agama memang menawarkan jalan sendiri untuk mendekati Ilahi, dan jalan itu dipengaruhi oleh budaya dan sejarahnya masing-masing.

Namun, di balik semua itu, ada fondasi batin yang sama. Studi neuroscience menyatakan pengalaman transendental dihasilkan oleh bagian otak yang sama, terlepas dari perbedaan agama.

Kebutuhan akan spiritualitas adalah kebutuhan universal manusia. Dengan menyelami akar batin, kita menemukan pengalaman spiritual yang lebih asli.

Baca Juga: Intip Jadwal Pembekalan Calon Menteri Prabowo di Hambalang! Ada AI hingga Antikorupsi

Setiap agama memiliki pengalaman mistis yang langsung dan personal, yang melampaui tafsir dan aturan. Inilah kedamaian dan kedalaman yang melampaui kata-kata dan simbol.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7

Berita Terkait