Catatan Denny JA: Wahai Para Esoteris, Berkumpulah
- Penulis : Mila Karmila
- Kamis, 17 Oktober 2024 09:25 WIB

Penutup: Menyadari Kedalaman yang Menyatukan
Di dunia yang penuh perpecahan, kesatuan transendental bukanlah gagasan untuk menghapus identitas agama. Ini adalah pengakuan bahwa di balik semua perbedaan itu, ada inti yang sama.
Panggilan untuk menyelami hingga ke akar batin, menemukan kebenaran yang melampaui bentuk, dan kedamaian yang kokoh.
Baca Juga: Siapa Stella Christie? Guru Besar Tsinghua University yang Dipanggil Prabowo untuk Kabinet
Menyelam hingga ke akar batin adalah perjalanan menuju penyatuan yang lebih mendalam, bukan hanya dengan Yang Gaib, tetapi dengan sesama manusia dan diri kita sendiri.
Perjalanan ini menuntut keterbukaan, kejujuran, dan kerendahan hati. Setiap langkah membawa kita lebih dekat pada pemahaman bahwa kedamaian sejati terletak pada kedalaman, bukan pada kesamaan yang dangkal.
Apa pun nama yang kita berikan pada Tuhan, bagaimana pun cara kita menyembah-Nya, Yang Ilahi melampaui bentuk-bentuk lahiriah. Ia memenuhi kedalaman jiwa yang mencari kedamaian dan makna.
Baca Juga: Calon Menteri Prabowo Dibekali di Hambalang: Apa Saja yang Dibahas?
Ini adalah undangan bagi setiap jiwa untuk menyelam hingga ke akar batin dan menemukan yang kudus, yang melampaui batas waktu dan tempat.
Apa pun agama yang kita peluk, kita justru disarankan untuk tetap teguh memeluk agama itu, tetapi selami hingga ke bagian esoterisnya, ke samudera batinnya. Tetapi bagi yang tak meyakini agama apa pun, ruang spiritualitas itu tetap hadir di syarafnya.
Kesatuan transendental bukanlah sekadar ide, tetapi panggilan untuk mengalami dan menyadari bahwa di dalam diri kita terletak sebuah kedamaian yang agung.
Baca Juga: Intip Jadwal Pembekalan Calon Menteri Prabowo di Hambalang! Ada AI hingga Antikorupsi
Ini adalah kedamaian yang lahir dari pemahaman bahwa kita semua, pada dasarnya, terhubung dalam perjalanan yang sama. Melalui cinta, kasih sayang, dan pencarian kebenaran, kita melintasi batas-batas yang memisahkan.