Catatan Denny JA: Hukum Pertama Hidup Bermakna, Hubungan Personal
- Penulis : Mila Karmila
- Jumat, 18 Oktober 2024 09:41 WIB

ENTERTAINMENTABC.COM- “Hidup yang baik dibangun dari hubungan personal yang hangat dan bermakna.”
—Robert Waldinger, Direktur Harvard Study of Adult Development
Kutipan Robert Waldinger ini menyampaikan kebijaksanaan yang mendalam dan sederhana.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Dengan Kopi, Memulai Imajinasi
Hidup yang baik, seperti yang dikatakan Robert Waldinger, tidak ditemukan dalam pencapaian materi atau status.
Hidup yang bermakna justru lahir dalam kehangatan dan keintiman hubungan antar manusia.
Namun, apakah hubungan personal yang hangat sudah cukup untuk menjamin kebahagiaan dalam hidup seseorang? Jika kita melihat lebih dalam, perspektif Robert Waldinger ini masih meninggalkan ruang untuk kritik, terutama dari sisi struktural dan sosial.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Memahami Masyarakat Melalui Sastra
Kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh relasi personal, tetapi juga oleh kondisi sosial-ekonomi yang melingkupi individu kata Waldinger.
Sebuah hubungan yang baik tidak selalu dapat menopang kebahagiaan jika orang tersebut hidup dalam sistem ekonomi yang tidak adil atau terjebak dalam alienasi kapitalistik.
Dari sudut pandang Marxisme, ketidakadilan sosial ini sering kali menghalangi kebahagiaan, meskipun seseorang memiliki hubungan personal yang hangat.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
Kebahagiaan juga harus dikaitkan dengan kondisi struktural yang lebih adil, bukan sekadar relasi antarindividu.