DECEMBER 9, 2022
Puisi

Catatan Denny JA: Hukum Pertama Hidup Bermakna, Hubungan Personal

image
Kutipan  Robert Waldinger

Dalam tradisi Buddha, cinta kasih atau metta mengajarkan kita untuk memancarkan cinta tanpa syarat kepada semua makhluk.

Kebahagiaan tidak didapatkan dengan menarik diri dari dunia, tetapi dengan memberikan cinta dan perhatian kepada orang lain.

Sementara itu, tradisi Hindu melalui konsep bhakti mengajarkan pengabdian kepada Tuhan dan sesama sebagai ekspresi dari cinta yang murni, di mana kebahagiaan sejati muncul ketika kita memberi, bukan menerima.

Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Dengan Kopi, Memulai Imajinasi

Tradisi mistisisme Sufi melihat hubungan personal sebagai cerminan dari cinta Ilahi.

Cinta kepada sesama bukan hanya sarana untuk meraih kebahagiaan individu, tetapi juga cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Hubungan yang tulus dan penuh kasih dianggap sebagai jalan menuju persatuan spiritual dengan Sang Pencipta, di mana kebahagiaan sejati lahir dari keterhubungan batin yang mendalam.

Baca Juga: Catatan Denny JA: Memahami Masyarakat Melalui Sastra

Kisah lain yang relevan adalah tentang seorang kakek di desa terpencil di Sumatra, yang meskipun hidup dalam kesulitan ekonomi, menemukan makna hidup melalui kasih sayang dan perhatian keluarganya.

Namun, kisah ini juga menunjukkan bagaimana ketidakadilan struktural membatasi ruang kebahagiaan, dan bagaimana perubahan sosial yang lebih luas diperlukan agar kehangatan hubungan personal dapat sepenuhnya menjadi sumber kebahagiaan.

Dalam banyak hal, hubungan personal seperti api unggun di tengah malam yang dingin.

Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma

Kehangatan yang diberikan olehnya mampu meringankan beban dinginnya kehidupan, bahkan ketika angin kencang dari dunia luar berusaha memadamkannya. 

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7

Berita Terkait