Catatan Denny JA: Memahami Masyarakat Melalui Sastra
- Penulis : Mila Karmila
- Senin, 14 Oktober 2024 18:34 WIB

ENTERTAINMENTABC.COM - Melalui sastra, kita dapat memahami sejarah dan masyarakat dengan kedalaman yang hanya mungkin dicapai oleh kisah-kisah yang menghidupkan drama, konflik, dan emosi manusia.”
Sastra bukan sekadar fiksi; ia bisa menjadi cerminan kehidupan yang menggambarkan realitas sosial, politik, dan budaya dengan kedalaman yang sulit dicapai oleh catatan sejarah konvensional.
A.O.J. Cockshut dalam The Novel to 1900 (1980) menunjukkan kekuatan sastra dalam mengungkap dimensi emosional sejarah. Sastra menjadi alat yang efektif untuk memahami realitas sosial.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Memahami Masyarakat Melalui Sastra
Dengan memanfaatkan novel, Cockshut menunjukkan sastra bisa menjadi jendela bagi masyarakat untuk melihat potret nyata kehidupan sosial yang kompleks.
Salah satu contoh kuat adalah The Tale of Two Cities (1859) karya Charles Dickens, membawa kita ke dalam kedalaman sejarah.
Dickens menghadirkan dunia dua kota, London dan Paris, di masa Revolusi Prancis, menampilkan ketimpangan sosial, kemarahan rakyat, dan kekerasan yang memicu pemberontakan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun! Cek Penawaran dan Pajak yang Perlu Diketahui
Lebih dari sekadar merekam fakta, Dickens menghidupkan kekacauan revolusi, menghadirkan kekejaman, penderitaan, dan pengorbanan yang melampaui data sejarah.
Kisah ini menyoroti bahwa ketidakadilan sosial yang lama terpendam dapat memicu kebencian yang pada akhirnya menghancurkan tatanan sosial itu sendiri.
Kisah tersebut terlintas dalam benak ketika membaca buku “Epistemologi Sastra, Pendekatan Kritik Baru Atas Teks-Teks Puisi Esai Denny JA,” karya ReO Fiksiwan.
Baca Juga: Jin BTS Siap Guncang November 2024 dengan Album Solo Baru! Sudah Siap ARMY?
Buku ini mengembangkan pendekatan kritik baru, di mana sastra dipandang sebagai refleksi mendalam tentang realitas sosial dan manusia.