
Apalagi negara seperti Cina dan Singapura bisa tumbuh secara ekonomi tanpa terlalu banyak memberi ruang untuk demokrasi.
Namun, masalahnya, tanpa demokrasi yang memadai, tanpa check and balances yang cukup, dan tanpa suara oposisi yang kuat, kebijakan yang mungkin salah akan sulit dikoreksi secara kelembagaan.
Demokrasi memberi ruang untuk perbaikan melalui pengawasan, kritik, dan evaluasi, yang justru menjadi instrumen penting untuk menciptakan kebijakan yang lebih baik.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
Tanpa itu, kestabilan ekonomi jangka pendek bisa jadi mengorbankan keadilan dan kestabilan sosial jangka panjang.
Terdapat lima kesimpulan dari rilis kali ini:
Pertama, Prabowo di puncak popularitas.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Jokowi dan Prabowo, Hubungan Unik dalam Politik Indonesia
Angka kesukaan terhadap Prabowo mencapai 90.5%.
Bahkan jika pilpres dilaksanakan saat ini, dukungan terhadap Prabowo-Gibran mencapai 69.1%.
Gerindra mendapat efek elektoral dari kesukaan Prabowo sehingga naik di peringkat pertama dukungan partai.
Baca Juga: Denny JA Dinner Bersama Pemenang Lomba Resensi Buku Hijrah Berkali-Kali Ala Denny JA
Makan siang gratis paling populer dan didukung oleh pemilih.