
Prabowo menjadikan lawan menjadi kawan dan kawan menjadi pendukung utama.
Karakter personal Prabowo yang merangkul banyak pihak disenangi oleh mayoritas publik yang mengutamakan kebersamaan dan kerukunan.
Prabowo menjadi lautan yang tidak membedakan kapal yang melintasinya.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
Ia merangkul baik kawan maupun lawan dengan ajakan mencari titik persamaan.
Kepemimpinannya tidak menghempas mereka yang berbeda, melainkan membawa mereka masuk ke dalam arus yang sama.
Mereka yang pernah menentang akhirnya menemukan tempat di dalam barisannya, tidak lagi sebagai musuh, tetapi sebagai bagian dari harmoni besar yang ia ciptakan.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Jokowi dan Prabowo, Hubungan Unik dalam Politik Indonesia
Kedua, Prabowo menerapkan prinsip satu musuh terlalu banyak, 1000 (seribu) kawan terlalu sedikit.
Dalam sejumlah pernyataan publik, Prabowo sering kali mengatakan jika dicemooh, balas dengan kebaikan.
Jika ada di posisi atas, selalu ingat yang ada di bawah.
Baca Juga: Denny JA Dinner Bersama Pemenang Lomba Resensi Buku Hijrah Berkali-Kali Ala Denny JA
Tak hanya ucapan, selama kampanye pilpres 2024, Prabowo juga terlihat menghindari sikap menyerang lawan secara terbuka, tak emosional jika dikritik, membalas cemoohan dengan senyuman, dan lebih riang gembira.