
Di pendukung Anies-Muhaimin, mereka yang menyatakan tak suka dengan Prabowo hanya sebesar 24.1%.
Meski memilih Anies-Muhaimin, namun 71.4% pendukung Anies-Muhaimin tetap suka dengan personaliti Prabowo.
Sementara di pendukung Ganjar-Mahfud, sebesar 68.4% menyatakan suka dengan karakter Prabowo.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
Mengapa Prabowo Makin Disukai? Mengapa pesona Prabowo makin kuat dan makin disukai? LSI Denny JA menemukan ada 3 (tiga) alasan yang menyebabkan kenaikan kesukaan Prabowo:
Pertama, karena karakter Prabowo yang dikenal sebagai tipe coalition builder.
Pasca pilpres, saat penetapan capres-cawapres terpilih di kantor KPU, Prabowo berpidato mengajak semua pihak untuk bersatu.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Jokowi dan Prabowo, Hubungan Unik dalam Politik Indonesia
“Kini kontestasi telah usai, saatnya kita bersatu,” ujar Prabowo.
Karakter Prabowo sebagai tipe coalition builder sudah dikenal lama.
Ketika kalah pada pilpres 2019, Prabowo bersedia diajak masuk membantu pemerintahan Jokowi.
Baca Juga: Denny JA Dinner Bersama Pemenang Lomba Resensi Buku Hijrah Berkali-Kali Ala Denny JA
Hal ini juga terlihat dari upaya Prabowo merangkul semua pihak termasuk yang berlawanan dengannya pada pilpres 2024 untuk masuk dalam kabinetnya.