Sunday, Apr 6, 2025
News

Mahasiswa FISIP UHO Siap Jadi Pelopor Perubahan: Ikuti Program Tular Nalar untuk Pahami Demokrasi dan Literasi Digital

image
Mahasiswa FISIP Univeritas Haluoleo (UHO) Kendari mengikuti program Tular Nalar Sekolah Kebangsaan (ANTARA)

ENTERTAINMENTABC.COM - Sebanyak 100 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dari Universitas Haluoleo (UHO) Kendari bersemangat mengikuti Program Tular Nalar Sekolah Kebangsaan. 

Acara Tular Nalar ini berlangsung di Kampus UHO Kendari dan sukses dibuka oleh Dekan FISIP, Prof. Eka Suaib pada Minggu lalu.

Program Tular Nalar adalah inisiatif yang didukung oleh Love Frankie dan Google.org dengan misi memperkuat literasi digital serta pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda.

Baca Juga: KPU Kalbar Siap Gunakan Teknologi Canggih di Pilkada 2024, SIREKAP Bakal Bikin Rekap Suara Makin Cepat dan Transparan

Dekan FISIP UHO, Prof. Eka Suaib menekankan bahwa program ini menjadi lebih relevan menjelang Pilkada 2024.

"Tujuan program ini adalah membekali generasi muda dengan pemahaman kritis tentang demokrasi, terutama mereka yang merupakan pemilih pemula" jelas Prof. Eka Suaib.

Tidak hanya berperan sebagai peserta, mahasiswa juga dilatih untuk menjadi pelopor perubahan di masyarakat.

Baca Juga: Prediksi Menang 60% HARUM Dipastikan Kuasai Pilkada Kota Mataram 2024

Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami pentingnya menjadi pemilih yang kritis, tetapi juga siap berperan aktif dalam demokrasi.

Dalam pelaksanaan program, Prof. Eka Suaib didampingi oleh Dr. Jumrana, M.Sc. sebagai Presidium Wilayah Jejaring Tengah dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), serta Ketua Koordinator Wilayah Mafindo Kendari, Marsia Sumule.

Untuk memaksimalkan pelatihan, para mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing dipandu oleh fasilitator dari Mafindo Kendari.

Baca Juga: OJK Tingkatkan Perbankan Syariah demi Ekonomi Daerah, Ini Langkah Nyatanya

Materi yang disajikan sangat relevan dan mencakup tema-tema penting seperti kewarganegaraan, demokrasi, cara verifikasi informasi, hingga etika dalam penggunaan media sosial.

Halaman:
1
2

Berita Terkait