BSI Dukung Program Digitalisasi Prabowo dan Gibran, Inovasi untuk Ekonomi RI yang Lebih Kuat
- Penulis : Mila Karmila
- Selasa, 05 November 2024 09:30 WIB

ENTERTAINMENTABC.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk mendukung program digitalisasi sebagai pilar utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkuat ketahanan nasional.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengedepankan digitalisasi.
Menurut Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI, program digitalisasi ini menjadi bagian integral dari prioritas yang ingin dicapai oleh pasangan pemimpin ini.
Baca Juga: Gen Z Hati-Hati! Inilah Kesalahan Fatal yang Bisa Menguras Dompetmu di Era Digital
“Kami percaya bahwa digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkuat ketahanan nasional,” ungkapnya dalam pernyataan di Surabaya.
Pemerintahan Presiden Prabowo bertekad untuk mempercepat digitalisasi, tidak hanya di sektor umum tetapi juga di industri syariah.
Dukungan BSI dalam program digitalisasi bertujuan untuk mendorong ekonomi digital sekaligus menciptakan ekosistem yang inklusif dan kompetitif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: OJK Tingkatkan Perbankan Syariah demi Ekonomi Daerah, Ini Langkah Nyatanya
Sejak resmi berdiri pada 1 Februari 2021, BSI telah berupaya keras memperkuat inklusi keuangan syariah melalui layanan perbankan yang digital, efektif, dan efisien.
Hal ini terlihat dari peralihan transaksi nasabahnya yang terus meningkat, dengan 97,94 persen dari total transaksi kini dilakukan melalui e-channel.
“Pada September 2024, kami mencatat sebanyak 607 juta transaksi dengan volume mencapai Rp709 triliun,” jelas Saut Parulian Saragih, Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Banking BSI.
Baca Juga: Gebrakan OJK di Bulan Fintech Nasional 2024, Generasi Digital Saatnya Melek Keuangan
Tak hanya itu, penggunaan aplikasi BSI Mobile juga melonjak mencapai 7,57 juta pengguna, tumbuh 28,34 persen pada kuartal III 2024.