DECEMBER 9, 2022
Teknologi

Sekolah Bakal Ajarkan Coding dan AI Siapkah Guru Menjadi Mentor Teknologi Masa Depan?

image
Dokumentasi Abdul Mu'ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Instagram @abdulmu'ti)

ENTERTAINMENTABC.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti baru saja mengungkapkan rencana pembaruan kurikulum yang menarik perhatian banyak pihak. 

Dalam konferensi pers setelah rapat koordinasi kebijakan pendidikan 2024 dan rencana kebijakan pendidikan 2025, Abdul Mu'ti mengumumkan adanya penambahan dua mata pelajaran baru yang akan disisipkan dalam kurikulum Indonesia.

Langkah yang diterapkan Abdul Mu'ti ini menandakan perubahan besar di dunia pendidikan Indonesia. 

Baca Juga: Benarkah Mie Instan Menyebabkan Usus Buntu? Simak Penjelasannya Terkait Mitos Ini

“Kami berencana membuat mata pelajaran baru di sinkronisasi mendatang,” kata Abdulsaat berbicara di hadapan awak media pada Senin, 11 November 2024. 

Mata pelajaran baru tersebut akan fokus pada keterampilan digital yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

Dalam pembaruan kurikulum ini, mata pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) akan ditambahkan di sekolah-sekolah yang sudah siap dengan fasilitas yang memadai. 

Baca Juga: Makna Cinta yang Rumit dalam Film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, Kisah Sadali Menemukan Arti Mencintai dan Dicintai

“Kami sangat menekankan pentingnya pengajaran coding. Selain itu, mata pelajaran AI juga akan dimasukkan sebagai opsi di sekolah-sekolah yang mampu mengajarkan pengajarannya,” jelas Abdul Mu'ti.

Mengapa coding dan AI menjadi prioritas? Menurut Mendikdasmen, langkah ini merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang telah dicanangkan pemerintah.

Meskipun penting, Abdul menjelaskan bahwa kedua mata pelajaran ini hanya akan menjadi mata pelajaran pilihan, mengingat pengajaran coding dan AI memerlukan infrastruktur yang canggih serta akses internet yang stabil. 

Baca Juga: Iklan Mie Goreng NewJeans Tuai Kontroversi di Korea, ada yang Sampai Lapor ke Pemerintah

Saat ini, belum semua sekolah di Indonesia memiliki fasilitas ini.

Halaman:
1
2

Berita Terkait