Menyelam ke Dalam Diri: Pengantar Buku 71 Lukisan Tentang Renungan Jalaluddin Rumi dari Denny JA
- Penulis : Mila Karmila
- Selasa, 30 Juli 2024 13:24 WIB

Menyelam ke Dalam Diri: Pengantar Buku 71 Lukisan Tentang Renungan Jalaluddin Rumi dari Denny JA

Lukisan AI Denny JA

Lukisan AI Denny JA
Saya juga mendalami filsafat Jawa yang diwakili oleh Ki Ageng Surya Mataram. Menurut Ki Ageng, keinginan kita itu mulur mungkret.
Apa pun yang kita terima, kita ingin lebih banyak lagi. Dan apa pun yang kita hilang, kita akan tahan melalui waktu. Hukum rutinitas akan membuat segala hal menjadi normal kembali.
Di era itulah saya mengenal Jalaluddin Rumi.
Baca Juga: 10 Fakta Menarik Film Anime Look Back yang Wajib Kamu Ketahui sebelum Menontonnya
-000-
Beberapa kutipan Jalaluddin Rumi memang sangat menyentuh. Misalnya, kutipan:
*"Agamaku adalah cinta, dan rumah ibadaku di setiap hati manusia."*
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Siap Ajak Rafathar Mengikuti Ajang Lari 5K
Ini renungan sangat dalam. Ia sesuai dengan suasana batin saya saat itu, yang menyelami banyak tradisi spiritual dan agama. Saya pun sampai pada konsep "Transcendental Unity of Religions.”
Walaupun agama-agama ini berbeda, tetap terasa adanya satu kesatuan spiritual. Itu seperti jeruji pada ban sepeda.
Semakin kita telusuri sisi luar dari agama, jerujinya semakin berbeda. Namun, semakin kita masuk ke pusat agama, semua jeruji ban sepeda itu menuju satu lingkaran dalam yang sama.
Baca Juga: Wow! Raffi Ahmad Dapat Rp 1 M untuk 2 Hari Nge MC, Ini yang Bikin Irfan Hakim Terheran-Heran
Lingkaran dalam itu adalah cinta, compassion, virtue, kebajikan, dan keadilan. Ini adalah inti dari semua agama yang mengajak kita untuk penuh cinta dan kebajikan.