Mengenal Baayun Maulid,Tradisi Unik Masyarakat Suku Banjar dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Penulis : Mila Karmila
- Senin, 16 September 2024 08:49 WIB

Selain itu, pelaksanaan dari tradisi ini membutuhkan persiapan yang cukup matang.
Salah satu persiapan utama dalam tradisi ini adalah sebuah ayunan bagi bayi.
Ayunan tersebut biasanya terbuat dari tiga lapis kain dengan makna tersendiri dalam setiap lapisannya.
Lapisan pertama adalah kain sarigading atau sasirangan, sebuah kain tradisional khas Suku Banjar yang melambangkan pelestarian budaya dan warisan leluhur.
Lapis kedua adalah kain kuning yang melambangkan keagungan dan kejayaan sementara lapis ketiga adalah kain bahalai, sejenis sarung panjang tanpa sambungan.
Ditambah lagi,ayunan tersebut dihiasi dengan berbagai ornamen dari janur yang dibentuk menjadi berbagai macam rupa seperti burung-burungan, ular-ularan, ketupat bangsur, hingga hiasan berbentuk bunga.
Baca Juga: Tradisi Unik dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sudan Lebih dari sekedar Hari Libur
Sehubungan dengan itu, terdapat beberapa jenis kue khas masyarakat Banjar seperti cucur, cincin, pisang, dan nyiur juga digunakan sebagai bagian dari dekorasi.
Sementara itu, bagi orang tua yang bayinya akan mengikuti tradisi ini harus mempersiapkan piduduk yaitu sebuah wadah yang berisi beras, gula merah, kelapa, telur ayam, benang, jarum, garam, dan uang receh.
Disamping itu, Baayun Maulid biasanya dilaksanakan di masjid atau mushalla setempat diawali dengan pembacaan syair Maulid seperti Maulid Al Habsyi, Maulid Ad Diba'i, dan Maulid Al Barzanji.
Alasannya karena ketiga syair ini menggambarkan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW serta pujian-pujian kepada beliau.