Kanker Serviks, Bahaya Tersembunyi dan Pentingnya Pap Smear untuk Wanita
- Penulis : Mila Karmila
- Minggu, 06 Oktober 2024 10:07 WIB

Untuk wanita hamil, jika tidak ada kelainan, pap smear bisa dilakukan tiga bulan setelah melahirkan.
Saat melakukan pap smear, dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan dari leher rahim untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya, hampir 90% pemeriksaan pap smear menunjukkan hasil normal.
Namun, jika hasilnya abnormal, tidak selalu berarti kanker; pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk penjelasan lebih lanjut.
Baca Juga: Inilah Tiga Penyebab Utama Kanker dalam Upaya Pencegahan Dini
Eka Hospital kini menyediakan pemeriksaan kanker serviks yang lebih canggih melalui co-testing pap smear.
Ini adalah versi terbaru dari pap smear konvensional yang menawarkan hasil lebih akurat dan telah banyak digunakan di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Co-testing pap smear menggabungkan dua pemeriksaan: pap smear untuk mendeteksi sel-sel abnormal dan tes DNA HPV untuk menemukan keberadaan virus HPV dalam tubuh.
Baca Juga: Waspada! Hidrokuinon dalam Skincare Bisa Picu Kanker? Ini Penjelasan Dokter Spesialis
Dengan metode ini, dokter dapat mendeteksi kanker pada stadium awal lebih efektif dibandingkan hanya menggunakan pap smear biasa.
Dengan mengetahui pentingnya pemeriksaan ini, mari tingkatkan kesadaran dan lakukan pap smear secara rutin.***