DECEMBER 9, 2022
News

Profil Abdul Mu’ti Dari Sekretaris Muhammadiyah ke Menteri Pendidikan Dasar Menengah, Perjalanan Menakjubkan yang Patut Ditiru

image
Arsip Foto Abdul Mu'ti (Instagram @Abdulmu'ti)

Semua ini menunjukkan bahwa karier Abdul Mu’ti tidak hanya terbatas pada level nasional, tetapi juga berperan besar di kancah internasional.

Karier gemilang Abdul Mu’ti tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga mendapatkan penghargaan internasional.

Pada tahun 2008, ia menerima Australian Alumni Award dengan kategori Inspiration Award, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pendidikan dan hubungan internasional.

Baca Juga: Profil Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan di Kabinet Merah Putih Lengkap dengan Perjalanan Karier dan Kekayaan

Penghargaan ini membuktikan bahwa pemikirannya tidak hanya menginspirasi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.

Abdul Mu’ti dikenal sebagai cendekiawan yang tidak hanya berbicara, tetapi juga menulis.

Buku-buku yang ditulisnya, seperti "Deformalisasi Islam: Moderasi Beragama di Tengah Pluralitas" (2004) dan "Kristen Muhammadiyah: Konvergensi Muslim dan Kristen Dalam Pendidikan" (2009), menggugah banyak orang untuk berpikir lebih moderat dan inklusif dalam beragama. Karyanya ini menunjukkan betapa pentingnya moderasi beragama di tengah masyarakat yang plural.

Baca Juga: Profil Muhammad Herindra Kepala BIN di Kabinet Merah Putih, Rekam Jejak Militer yang Cemerlang

Sebagai bukti dedikasinya di bidang pendidikan, Abdul Mu’ti dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2 September 2020.

Gelar ini tentu tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras dan pemikiran cemerlang yang telah ia curahkan selama bertahun-tahun dalam dunia akademik.

Abdul Mu’ti adalah contoh nyata bahwa pendidikan dan organisasi bisa menjadi jalan untuk meraih kesuksesan yang luar biasa.

Baca Juga: Profil Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang Sukses Bangun Bisnis dan Kekayaan Cemerlang

Dari Kudus hingga Istana Kepresidenan Jakarta, perjalanan hidupnya membuktikan bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan pemikiran yang visioner, seseorang bisa menjadi pemimpin yang tidak hanya mengubah dunia pendidikan, tetapi juga dunia internasional.***

Halaman:
1
2
3
4

Berita Terkait