DECEMBER 9, 2022
News

Hidup Hemat Sebagai Protes Kenaikan PPN 12 Persen, Apakah Bisa Mengguncang Ekonomi Indonesia?

image
Ilustrasi belanja baju (Pixels)

Penurunan ini menandakan risiko pelemahan ekonomi yang semakin nyata, apalagi jika seruan hidup hemat terus digaungkan masyarakat.

Selain menghantam konsumsi rumah tangga, kenaikan PPN juga berpotensi menekan dunia usaha.

Penurunan daya beli masyarakat bisa membuat omzet bisnis merosot. 

Baca Juga: PPN Naik 12 Persen, Netizen Gaungkan Boikot Pemerintah Lewat Frugal Living

"Jika awal tahun sudah dihadapkan pada kenaikan ini, target omzet dan rencana bisnis akan terganggu.

Dunia usaha akan sulit mencapai target," tegas Eko.

Di media sosial, aksi hidup hemat kini menjadi simbol protes terhadap kebijakan pemerintah. 

Baca Juga: Tren Istilah Gaul Gen Alpha, Wajib Tahu Biar Nggak Kudet

Warganet menggunakan platform seperti X (dulu Twitter) untuk membagikan strategi hidup hemat yang dianggap sebagai bentuk "boikot struktural."

Akun @uswahabibah menulis, "Cermat dengan pengeluaran, beli di warung tetangga atau pasar dekat rumah, cari alternatif barang berpajak, dan minimalkan konsumsi."

Sementara itu, akun lain, @malesbangunaja, mengajak masyarakat untuk tidak membeli barang mahal seperti handphone, motor, atau mobil baru selama setahun. 

Baca Juga: Musim Hujan Datang, Ini Cara Sederhana Cegah DBD yang Wajib Kamu Tahu

"Gunakan semua subsidi tanpa gengsi. Ingat, itu uang rakyat. Saatnya boikot pemerintah sendiri," tulisnya.

Halaman:
1
2
3

Berita Terkait