DECEMBER 9, 2022
Internasional

Fakta Mengejutkan Pasukan Palestina Tidak Mau Lawan Israel, Malah Perangi Saudara Sendiri

image
Warga Palestina mengucapkan selamat tinggal kepada jurnalis Shatha Sabbagh yang dibunuh oleh pasukan kemanan Otoritas Palestina (X/Tina)

Pasukan keamanan PA dibentuk melalui pelatihan yang dipimpin Letnan Jenderal Keith Dayton dari Amerika Serikat. 

Kini, sektor keamanan Palestina menyerap hampir setengah dari total pegawai negeri sipil PA. 

Biaya operasionalnya mencapai USD1 miliar per tahun, melampaui gabungan anggaran pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Harapan Baru untuk Indonesia: Fokus Palestina hingga Ketahanan Pangan

Sebagian besar dana ini berasal dari bantuan internasional, termasuk dukungan signifikan dari Amerika Serikat. 

Dengan lebih dari 80.000 personel, PA memiliki salah satu rasio pasukan keamanan tertinggi di dunia, yaitu 1:48.

Dalam pertemuan dengan Donald Trump pada 2017, Presiden AS saat itu memuji efektivitas koordinasi antara PA dan Israel. 

Baca Juga: Kematian Tragis di Jenin, Seorang Ayah dan Anak Tewas Ditembak, Militan Palestina Dituding Sebagai Pelaku

Trump bahkan menyebut kerja sama mereka “sangat akur”. 

Namun, para kritikus melihat pengaturan ini sebagai bentuk "pendudukan bintang lima". 

Artinya, Israel bisa terus menjalankan kebijakan kolonial tanpa harus bertanggung jawab langsung, karena tugas pengawasan diambil alih oleh PA.***

Baca Juga: Utusan Palestina Tegaskan DK PBB Harus Hentikan Genosida Gaza, Ini Kronologinya

Halaman:
1
2

Berita Terkait