Tingkatkan Kesadaran Publik Bahaya Fatty Liver yang Kerap Tak Terlihat
- Penulis : Mila Karmila
- Senin, 28 Oktober 2024 12:30 WIB

ENTERTAINMENTABC.COM - Penyakit hati berlemak non alkohol, atau yang sering disebut fatty liver, masih menjadi ancaman kesehatan yang kurang disadari masyarakat.
Untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai bahayanya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, layanan kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan.
Dr. Lina Choridah, spesialis radiologi dari Universitas Gadjah Mada, menekankan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat harus didukung oleh kerjasama yang kuat.
Baca Juga: Inilah 10 Makanan Super untuk Cegah Diabetes: Jaga Kadar Gula Kamu
"Pemerintah, layanan kesehatan, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menyampaikan pentingnya deteksi dini penyakit fatty liver," ujar Lina dalam pernyataan resminya di Jakarta.
Menurut Lina, promosi kesehatan dari pemerintah sangat krusial.
Informasi mengenai risiko dan deteksi dini fatty liver sebaiknya disebarkan melalui media dan edukasi langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: Jenius! Siswa SMA Temukan Kacang Koro Sebagai Solusi Diabetes dan Malnutrisi
Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan fasilitas radiologi untuk deteksi dini, terutama di daerah yang sulit diakses.
“Kita perlu lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang risiko fatty liver dan pentingnya skrining dini,” tegas Lina.
Lina juga menyoroti peran penting dokter umum dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko.
Baca Juga: Diabetes Sebelum Usia 40 Tahun Bisa Lipatgandakan Risiko Kematian Dini
Pasien dengan kondisi seperti obesitas, diabetes, atau sindrom metabolik perlu dirujuk untuk pemeriksaan radiologi sejak dini.