Catatan Denny JA: Menambah Elemen Penghayatan bahkan untuk Hal-hal Kecil
- Penulis : Mila Karmila
- Selasa, 29 Oktober 2024 09:00 WIB

Keharuman teh itu seolah berbisik, bahwa ada kedamaian di antara hiruk-pikuk kehidupan, hanya jika kita berhenti sejenak untuk mendengarkannya.
Mendengar Hujan yang Turun di Luar Jendela.
Baca Juga: BRICS atau OECD? Pilihan Indonesia yang Bisa Ubah Masa Depan Ekonomi
Biasanya, hujan dianggap sebagai suara latar yang samar, namun dalam kenyamanan, hujan adalah simfoni yang menderu halus, setiap tetes bagai nada dalam orkestra alam.
Kita dapat menutup mata, mendengarkan ritme yang teratur, seolah-olah bumi sedang bernafas lega.
Dalam tetes-tetes air itu ada cerita yang abadi, perjalanan dari awan ke tanah yang menunggu untuk diserap.
Baca Juga: Film Jumanji 3: Kembalinya Petualangan, Dwayne Johnson dan Tim Siap Menggebrak Bioskop Desember 2026
Saat kita menghayatinya, hujan berubah menjadi kenangan yang lembut, mengingatkan kita pada rasa syukur bahwa bumi kita masih hidup, dan bahwa setiap tetes hujan adalah anugerah.
Menatap Langit Senja di Ujung Hari. Langit senja yang biasanya kita lewati dengan datangnya waktu singkat sebenarnya adalah kanvas jiwa yang merangkum keindahan hari.
Ketika kita berhenti dan menatap dengan penghayatan, warna oranye dan merah yang berpadu seolah mengalir dari cakrawala seperti darah bumi yang menghangatkan.
Setiap warna menuntun kita untuk memikirkan bahwa kehidupan ini penuh lapisan, penuh pelestarian, dan penuh akhir yang tak terhindarkan.