ENTERTAINMENTABC.COM -
TJOKROAMINOTO DI USIA SENJA
Oleh Denny JA
Surabaya, 1934. Rumah tua, bisu saksi gemuruh masa lalu, kini hanya sunyi bersemayam. Tjokroaminoto duduk sendiri, merenungi api yang pernah ia sulut, kini tinggal bara dalam ingatan. (1)
-000-
Malam merayap di Surabaya, menyelimuti rumah tua,
tempat dulu suara-suara muda menggelegar.
Kini, hanya hening yang menyapa,
bayang kenangan menari di dinding waktu.
Di sudut ruang,
Tjokroaminoto duduk,
sang Guru Bangsa,
api pertama di negeri terjajah,
menatap sunyi yang memeluk.
Rasa sepi kini sering mengujunginya.
Syarif, asistennya yang setia,
selalu menemani.
Lagi dan lagi, ia mendengar hal yang sama.